LUMIX S Series, Kamera Mirrorless Full Frame Pertama - Buybupropion.site Berita Online

Rabu, 12 Februari 2020

LUMIX S Series, Kamera Mirrorless Full Frame Pertama



Panasonic tidak setengah-setengah dalam hal pengembangan Lumix S series ini. Mereka ini mencapai tujuan dengan melampaui sistem Micro FourThirds, salah satunya adalah dengan membawa kemampuan dari video recording 4k 60/50p kepada Lumix GH5 dan GH5S.
Sebelum itu tidak ada jenis kamera mirrorless yang memiliki sensor full frame yang dapat melakukannya. Baik itu dari merk Sony A7 III, A7R III serta A7S III, Merek Canon dan Nikon. merk - merk itu masih menawarkan kualitas video recording 4K yang sebatas 30/25p.


Dari jajaran mirrorless Micro Four Thirds, apa yang kalian sukai? Salah satu diantaranya adalah pastinya bodinya serta lensa-nya yang ukuran tersebut begitu ringkas. Perkataan itu tidak berlaku pada kamera yang satu ini Lumix S series, karena kamera seri ini hanya fokus menyasar kelas atas yakni kepada para fotografer atau videografer yang sudah profesional.
Sensor yang terdapat di kamera ini jauh lebih besar dari Micro Four Thirds dan memiliki kemampuan dalam merekam video 4K 60p yang sangat membuat prosesor itu sendiri bekerja lebih berat, sehingga butuh ruang yang luas agar tidak terjadi overheat.Demi mengoptimalkan potensinya lensa-lensa tersebut dibuat jauh lebih besar.


Tidak seperti Nikon seri Z dan EOS R, Lumix S series sendiri tidak memiliki untuk dudukan lensa baru tapi melainkan L-mount yang di besut dari Leica yang sudah memiliki diameter sekitar 51.6mm. Yang artinya, para pengguna bisa menggunakan lensa dari Leica.



Walaupun begitu, Panasonic masih tetap terus mengembangkan lensanya. Sudah ada 3 buahb L-Mount buatannya sendiri. Demi memperluas pasar, Panasonic menggandeng sigama untuk di ajak sebagai aliansi Full frame yang ikut serta memproduksi L-Mount ini.
Namun Panasonic tidak akan meninggalkan sistem dari Micro Four Third yang ada dan akan terus mengembangkanmya. Dan lensa ini ditujukan untuk kelas advance. Lumix G95 akan dibawa ke Indonesia secara langsung demi untuk bersaing dengan mirrorless di kelasnya. Seperti sekelas dengan Fujifilm X-T30 dan Sony A6400.


Dimensi yang dihadirkan ini memiliki ukuran 149 x 110 x 97 dan memiliki berat 899 gram berat tersebut sudah termasuk baterai. 


Di genggaman tangan saya Lumix S1 terasa sangat solid. Kontrol fisiknya pun cukup lengkap, siap untuk memenuhi setiap kebutuhan para pencinta photography. Di dekat tombol rana ada tombol yang berfungsi mengatur white balance, exposure compensatio serta ISO. Layarnya juga sudah di lengkapi dengan fitur touchscreen serta dapat kita miringkan ke tiga poros yakni atas, bawa, dan samping. Yang sudah tidak lagi menggunakan sistem mekanisme fully-articulated. Slot-nya juga mempunyai dua slot. Slot yang pertama untuk SD card dan yang kedua untuk XQD card.


Walaupun bobotnya yang lumayan berat kamera ini sudah memiliki in-body image stabilizer five Axis pada lensa. Yang artinya disini untuk menekan angka kecil di ISO di shutter speed yang dapat memaksimalkan kualitas gambar pada malam hari.


Lumix S1 yang memiliki resolusi 24Mp malah justru menawarkan kemampuan video yang lebih baik yang mampu mereka video 4k dengan 60/50p. Selain itu juga Lumix S1 mampu merekam video 4k di 30/25p 4:2:2 10bit internal dengan output HDMI. Yang bisa mendukung untuk anda yang suka buat vlog.


Karena hasil dari kualitas dari photo dan videonya sudah mumpuni. Maka tunggu apalagi buat anda yang hobi photography ini merupakan pilihan yang tepat.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda